Thursday, February 7, 2013

Romantisme Pasca Operasi

Satu hal yang menarik saat terdaftar sebagai pasien yang akan melahirkan di Kyoto Baptist Hospital adalah pemberian jadwal kegiatan (A Hospitalization Care Plan: an elective caesarean operation).  Karena Mammyto adalah pasien operasi sesar, maka ia mendapat daftar kegiatan untuk sembilan hari (dua hari menjelang melahirkan, dan tujuh hari pasca melahirkan).

Dan inilah momen-momen romantis pasca melahirkan...

01 Februari 2013
Pagi hari, perawat datang untuk mengecek bagian perut, cek darah dan melepas kateter.  Dilanjutkan dengan membersihkan tubuh dan menggantikan pakaian.  Mamyto sudah bisa mengkonsumsi nasi, sayur, lauk dan buah.  


kelaparan yang kalap..
sajian khas Jepang
Halalan Toyyiban :)
menghindari makanan haram, lebih mudah bilang alergi babi (dan segala turunannya) ke pihak RS dibanding menjelaskan kami ini muslim yang haram makan babi

menu diet selama di rumah sakit
beberapa makanan dengan bentuk dan rasa yang lumayan aneh...
menu wajib tiap saat

yogurt, jika tidak ada buah segar

Episode 'Mati Rasa'
Karena kateter sudah dilepas, waktunya untuk latihan jalan.  Perawat membantu Mamyto turun dari tempat tidur dan mengantar sampai ke depan pintu toilet.  Proses buang air kecil, lalu kembali ke tempat tidur berjalan lancar.  Efek anestesi epidural sepertinya bekerja dengan baik sebab Mamyto tidak merasakan sakit sama sekali. 
Siang harinya Mamyto latihan jalan ke toilet sendiri.  Tidak selancar yang pertama, kali ini kaki kiri Mamyto agak berat setiap kali melangkah.  Mamyto sangat kaget begitu berdiri seusai buang air kecil, kaki kirinya mati rasa! Dalam perjalanan kembali ke tempat tidur, Mamyto sempat dua kali terjatuh karena tidak bisa melangkah.  Di atas tempat tidur Mamyto coba menggerak-gerakkan kedua kaki.  Ternyata kaki kirinya mati rasa mulai dari bagian paha ke bawah, tidak bisa digerakkan sama sekali!  Mamyto panik dan segera melaporkan hal ini ke perawat.  Perawat menenangkan sambil menunggu dokter.  Hal pertama yang dokter lakukan setelah mendengar laporan perawat adalah memeriksa indikator anestesi epidural yang Mamyto kantongi.  Menurut dokter, kemungkinan besar 'mati rasa' itu efek dari anestesi epidural, sebab indikatornya menunjukkan angka 6, itu artinya dosis maksimal yang diberikan (pantas saja Mamyto tidak merasakan sakit sama sekali di bagian bekas operasi).  Dokter menurunkan dosisnya menjadi 4, dengan konsekuensi Mamyto mulai akan merasakan sedikit sakit.  Menjelang magrib dokter datang lagi, tapi belum ada perubahan dengan kaki kiri Mamyto.  Dokter menurunkan indikatornya menjadi 2, bila sakit bekas operasinya tidak tertahankan Mamyto boleh meminta tablet pain killer ke perawat.


Malam hari sekitar pukul 8 adalah jadwal untuk menyusui di nursing room.  Karena belum pulih benar, Mamyto diantar menggunakan kursi roda.  Sedikit demi sedikit rasa sakit dari jahitan di perut mulai terasa.  Beginilah jadinya jika dosis anestesi epidural dikurangi.  Di hari pertama menyusui, si bayi masih belum pintar mengisap ASI langsung dari puting (selama ini menggunakan dot).  Jadi sebagian besar waktu dipakai untuk membenarkan letak mulut di puting Mamyto agar dia bisa mengisap dengan benar, sampai-sampai tida ada waktu untuk memperhatikan perubahan signifikan pada kaki kiri Mamyto.  Sekembalinya dari nursing room tanpa disadari, Mamyto sudah bisa naik sendiri ke tempat tidur.  Pada akhirnya kaki kiri Mamyto mulai bisa digerakkan.  Benar kata dokter, mati rasa tadi efek dari anestesi epidural. 

  
02 Februari 2013
Sarapan seperti biasa, dilanjutkan mandi sendiri di kamar mandi.  Di kamar perawatan yang ada hanya toilet.  Kamar mandi umum letaknya agak jauh di ujung koridor.  Meskipun kamar mandi umum, namun kebersihannya sangat terjaga. Setiap pasien yang akan mandi wajib antri sesuai dengan tabel waktu mandi yang disediakan di ruang perawat.  Di tabel itu kita menuliskan jam berapa kita akan mandi, tentunya menyesuaikan dengan waktu mandi pasien lain yang telah tertera di tabel tersebut.  

selama lima hari ke depan Mamyto mandi bukan dgn sabun dan shampo melainkan conditioner! (akibat Papyto salah beli krn tdk bisa baca huruf kanji)
Sekitar jam sepuluh pagi Mama Aji dan Abang Zidan datang berkunjung, giliran Papyto yang tinggal di rumah jagain si kembar.  Sayangnya Akachan sedang tidur di kamar bayi, jadinya hanya bisa ditengok dari luar dinding kaca saja.



03 Februari 2013
Mandi pagi seperti biasa (Mamyto selalu dapat jatah mandi antara jam 09.00-10.00).  Selanjutnya menyusui Akachan.  Karena Mamyto tidak menempati kama privat, jadinya proses menyusui dilakukan di breastfeeding room, jaraknya sekitar 3 kamar dari tempat Mamyto (terbuka 24 jam).  Setiap saat suster akan datang menghampiri bila si Akachan bangun untuk minum susu, baik itu tengah malam atau subuh sekalipun.  Sejak hari pertama, ritme pemberian ASI sudah mulai terasa yakni setiap dua jam sekali.
Selain menyusui, rutinitas yang dilakukan bila masuk ke breastfeeding room adalah mencatat.  Mulai dari berat bayi, berapa kali pipis dan pup, berapa banyak susu formula yang diberikan, dan berapa kali ASI yang diberikan.

karena muslim, jadi kita diminta menyiapkan sendiri susu bayi.  kami nitip dibawakan sama Mama Aji.  

jadi Mammyto akan mendorong box bayi ini dari kamar bayi ke nursing room, begitupula sebaliknya bila proses menyusui telah selesai, box bayi didorong kembali ke tempat semula.  semua serba mandiri

suasana nursing room
disini Mamyto kerap bertemu dengan ibu asal Jepang dan Mesir yang menyusui bayinya

04 Februari 2013
Suster datang ke kamar untuk mengambil sampel darah dan urin.

tempat tidur Mamyto dan loker yang super langsing :)

pemandangan di luar jendela kamar




05 Februari 2013
Hari ini adalah latihan untuk memandikan bayi.  Karena Mamyto memiliki 3 anak sebelum ini, maka susternya tidak terlalu repot menjelaskan (apalagi dengan English yang terbata-bata).  Justru Mamyto yang tampak kerepotan mengikuti si suster memandikan Akachan dengan cara diapungkan dalam bathtub yang penuh air.

Setelah rapi dan wangi, selanjutnya bisa digendong sama Papyto deh :)


06 Februari 2013
Jadwalnya untuk memandikan sendiri Akachan (dengan pengawasan suster tentunya). Semuanya berjalan lancar.  Setelah sesi menyusui, bidan datang ke kamar untuk memeriksa kondisi Mamyto.  Hari ini sudah tidak minum pain killer sama sekali.  Bidan meminta maternity book yang nantinya bisa diambil saat check out besok.  Siang harinya Dokter Yamaguchi datang memeriksa dan menyatakan bahwa besok sudah bisa pulang.  Mamyto sekalian pamit dengannya.

siap-siap packing

07 Februari 2013
Sekitar pukul sembilan pagi Papyto datang menjemput. Kita berpamitan pada bidan dan para suster yang telah berbaik hati membantu kami selama di rumah sakit ini. Di bagian administrasi Papyto menyelesaikan pembayaran yakni sekitar 50.000 yen untuk biaya operasi tubektomi (jika tanpa itu, kami tidak membayar sepeser pun).  Selanjutnya pihak rumah sakit membantu memesan MK Taxi.   Sayonara!

nungguin Papyto di lobby
pemandangan dari lobby
ruang kerja para perawat
lobby tempat menerima tamu bagi para pasien yang tidak menempati kamar privat
kids corner untuk pengunjung yang membawa anak


Sharing Facts:
  • Kelengkapan seperti Birthing gown, pembalut (ukuran ekstra panjang dan reguler), breast pad, celana dalam khusus usai melahirkan (yg ada perekatnya dibagian bawah, yang memakaikan nantinya adalah bidan saat kita usai melahirkan), alkohol dan cotton buds, kotak kayu tempat menyimpan tali pusat bayi adalah barang-barang standar yang ada dalam set melahirkan, dibeli di kombini rumah sakit seharga 7.000 yen.  Set ini disetorkan saat check in.
  • Perlengkapan menginap yang disiapkan sendiri adalah piyama dengan kancing bukaan depan (untuk memudahkan saat menyusui) sebanyak 3 lembar, dalaman, handuk dan peralatan mandi, sumpit, gelas yang ada sedotannya, suripa (slippers), tidak lupa satu stel baju bayi untuk dipakaikan saat pulang nanti
  • Di hari kedua, ada perwakilan resmi dari pihak rumah sakit Baptist yang datang mengucapkan selamat tak lupa memberikan kartu ucapan yang kawaii, khusus kepada pasien Nasrani akan didoakan sesuai dengan keyakinan mereka.  
  • Sama jika menginap di rumah sakit Indonesia, baju kotor di titip ke keluarga yang menjenguk untuk di cuci di rumah :)
  • Maternity book akan dikembalikan setelah proses administrasi selesai dan bisa diambil saat check out.
berikut link tentang pengalaman para Ibu asal Indonesia yang melahirkan di Jepang, semoga berguna

No comments:

Post a Comment