Thursday, January 31, 2013

Konnichiwa, Akachan!

Persiapan sebelum melahirkan
Hal paling utama yang kami lakukan beberapa bulan menjelang kelahiran adalah mendatangkan Mama dari Indonesia.  Mamalah yang akan merawat anak kembar kami (usia mereka 1 tahun  7 bulan) selama Mamyto diopname di rumah sakit pasca melahirkan.

Tanggal 30 Januari 2012, 
Pukul 15.00, Mamyto ditemani Papyto check in di rumah sakit.  Hanya ada dua type kamar, yang private dan yang sharing (satu kamar berisi 4 orang).  Dipilih kamar sharing saja, selain murah juga karena keluarga jelas tidak bisa menemani (Papyto dan Mama bergiliran menjaga si kembar di apato) selain itu pembesuk hanya sedikit (tidak segambreng jika melahirkan di Indonesia).  Setelah mendapat kamar, selanjutnya menjalani serangkaian pemeriksaan berupa blood test, chest X-ray test, dan electrocardiogram.

selain Mamyto ada seorang wanita Mesir, dan dua wanita Jepang yang menenpati kamar ini 

Pukul 17.00, jadwal bertemu dengan dokter spesialis anestesi untuk mendapatkan penjelasan tentang tindakan anestesi yang akan diberikan, yakni spinal dan epidural.
Pukul 19.00, jadwal bertemu dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penjelasan seputar operasi, pemerikasaan, dan rawat inap.  Pada kesempatan ini dijelaskan pentingnya pemakaian stocking anti-embolism.  Setelah itu kami menandatangani dokumen untuk operasi sesar serta dokumen untuk tindakan tubektomi.
Pukul 20.00, Papyto pamit pulang.  Dilanjutkan dengan kunjungan perawat di kamar untuk mencukur bulu hanya disekitar daerah yang akan dioperasi (bahkan alat cukurnya pun elektrik), bukannya dicukur gundul seperti pengalaman saat melahirkan di Makassar.  Pada saat yang sama perawat menjelaskan tentang isi lembaran a hospitalization care plan (an elective Caesarean operation) yang diberikan oleh pihak rumah sakit, memastikan ukuran elastic stocking (anti embolism stocking) sudah pas atau belum, dan mengkonfirmasi apakah Papyto akan ikut mendampingi selama operasi berlangsung.
Pukul 20.30, mandi (usai di cukur tadi)
Pukul 22.00, mulai berpuasa (tidak boleh makan, hanya boleh minum air putih)

the name tag
'anti embolism stocking' stocking super ketat panjangnya se-paha, gunanya untuk menghambat penggumpalan darah di area kaki, sehingga kelancaran sirkulasi darah tetap terjaga.

Detik-detik operasi
Tanggal 31 januari 2012,
Pukul 06.00, sudah tidak boleh minum apapun.  Perawat memonitoring kondisi bayi dalam perut.  Setelah itu dilakukan enema, yaitu memasukkan semacam cairan via anus untuk merangsang buang air besar.  Selesai BAB lanjut mandi.

Pukul 13.00, memakai anti embolism stocking, pemasangan infus, lalu menggunakan baju khusus operasi.  Setelah semuanya siap, Dokter Yamaguchi dibantu seorang bidan datang menjemput. 

siap-siap...

Menuju ruang operasi di basement, yang mendorong hanya dokter dan bidan lho, ngga dibantu siapa-siapa :)
Papito juga boleh masuk ruang operasi
Konnichiwa, Akachan!
Tanggal 31 Januari 2013, pukul 2 siang lewat beberapa menit. Di tengah musim dingin di Kyoto, bayi perempuan kami lahir.  Alhamdulillah ya Allah...semua berjalan baik.
Awalnya Papyto tidak berani foto-foto (mengingat ini adalah ruang operasi), tapi begitu perawatnya motret dengan kamera saku, Papyto jadi ikutan foto-foto :)

Konnichiwa Akachan... (hasil foto tim medis Kyoto Baptist Hospital)
hasil foto dari kamera Papyto
Berat 3162 g, panjang 48 cm, lingkar dada 33 cm, lingkar kepala 35 cm
diantara ketiga kakaknya sewaktu baru lahir, suaranya yang paling kencang
Kimono pertama akachan :)
di ruang perawatan bayi

name tag mom and baby

Seusai melahirkan Mamyto diantar kembali ke kamar dibantu oleh bidan dan seorang perawat. Sepanjang hari Mamyto habiskan untuk tidur.  Sesekali latihan menggerakkan kaki bila terbagun sebentar, tapi lanjut tidur lagi.  Suhu tubuh agak meningkat jadi diberi cool pillow di bagian kepala.  Kali ini hanya bisa minum Kocha (teh) hangat tanpa gula.  

No comments:

Post a Comment